blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack
TURUT BERDUKA ATAS KEJADIAN TSUNAMI DI JEPANG - NEW FEATURE - CHATTING VIA eBUDDY dan Nimbuzz - DAPATKAN INFORMASI SEPUTARAN LIFESTYLE - HACKING - DAN LAINNYA DISINI

Selasa, 11 Januari 2011

Kesalahan Sistem

11 Januari, mungkin bagi orang lain merupakan tanggal yang biasa saja. Tapi bagi saya, inilah tanggal yang begitu bersejarah dalam hidup saya. Dimulai pada tanggal inilah saya mulai menghirup udara di muka bumi ini. Walau entah kenapa pada Akte Kelahiran saya tertulis 16 Januari mungkin dikarenakan kesalahan pengetikan.

Tidak banyak yang saya ingat pada saat masa kecil saya. Hanya sedikit kejadian yang masih terekam jelas hingga akhir nanti.

Mungkin anda akan bertanya..? Kesalahan sistem apa yang akan saya bahas pada hari jadi saya ini.

Saya kali ini tidak akan mengulas tentang masalah komputer atau apapun.. Tapi saya akan sedikit berbagi kepada pembaca semua. Berbagi tentang sebuah Kesalahan Sistem (begitu sebutan saya) pada diri saya.

Saat kecil, sistem itu masih benar, berjalan normal bahkan terkesan berlebihan, dapat dimaklumi dikarenakan posisi saya sebagai anak terakhir. Baik untuk sistem kehidupan sehari-hari maupun sistem pada bidang akademis.

Dimulai dari TK, SD, SMP sampai SMU, nilai akademis saya tidak pernah mengecewakan. Juara kelas selalu saya dapatkan. Membanggakan bukan..? Tentu saja. Hingga orang tua dan saudara yang lain menaruh harapan besar kepada saya untuk terus melanjutkan pendidikan.

Namun, ketika menyelesaikan SMU, dari situlah dimulai titik kecil awal kesalahan sebuah sistem yang terus saya tanggung hingga sekarang.

Sejak kecil saya sangat senang sekali dengan barang elektronik, yang membuat hampir semua mainan elektronik saya berakhir dengan "mengenaskan" hanya untuk memuaskan rasa penasaran saya.. Kenapa bisa berbunyi..? Kenapa bisa berjalan sendiri.. Kenapa ada lampunya..? Itu yang selalu ada dibenak saya.

Kesetrum listrik sudah biasa, bongkar radio, ngutak-ngatik TV, instalasi listrik.. sudah saya lakukan sejak SMP. Dan oleh karena itu pulalah setelah tamat SMP saya berniat melanjutkan pendidikan saya ke STM (sekarang SMK). Elektro jurusan yang saya tuju, tapi sayang, nasib baik rupanya belum berpihak kepada saya sehingga saya tidak dapat melanjutkan pendidikan disana.

Akhirnya, saya melanjutkan pendidikan ke SMA. Dimulai dari SMA ketajaman insting dan skill bongkar dan utak-atik barang elektronik mulai pudar seiring berkenalannya saya dengan dunia komputer. Saya tertarik dengan dunia komputer dikarenakan saya merasa dunia komputer ini luas, mencakup semua hal dan penuh tantangan dengan sedikit resiko (kesetrum misalnya). Pendapat saya ketika itu, apabila seseorang bisa mengoperasikan komputer dan mengerti akan komputer, maka seseorang itu jenius serta tidak ketinggalan jaman, karena komputer itu berkembang seiring dengan jaman. Karena hal itulah akhirnya saya putuskan sejak kelas 2 SMU saya akan mempelajari dan masuk ke dalam dunia komputer. Dimulai dari hanya melihat, menyentuh, kemudian mengetik kata demi kata pada microsoft word, perlahan saya mulai masuk kedalam dunianya. Dunia yang amat sangat baru bagi saya (maklum saya dari kampung, sangat jarang bahkan nyaris tidak ada yang punya komputer di kampung saya). Dapat memutar musik lewat "Winamp" sudah sangat luar biasa bagi saya waktu itu, mengganti background pada desktop bagi saya merupakan sesuatu yang fantastik.. kenapa hal sepele seperti itu membuat saya begitu terkesan..? Karena saya tidak pernah belajar atau diajari oleh orang lain. Walaupun saya menemukan dua hal tersebut karena sebuah ketidaksengajaan.

Pelan tapi pasti, terus saya pelajari, hingga sampai suatu waktu saya berhasil "membobol" billing internet di sekolah saya hingga saya harus bertengkar dengan penjaga warnet waktu itu dengan teknik paling sederhana "Alt+Ctrl+Del"

Menyelesaikan pendidikan di SMU merupakan suatu hal yang paling diinginkan oleh setiap anak SMU, tidak terkecuali saya. Lulus dengan nilai terbaik pasti merupakan impian semua orang termasuk saya.. Dan alhamdulillah saya dapat menyelesaikan SMU saya dengan nilai rata-rata 7.24 yang tidak hanya cukup meloloskan saya, tapi juga cukup untuk membuat bangga keluarga saya.. Walau saya harus bersedih, karena bapak saya tidak bisa mengambil, mendampingi saat pengumuman kelulusan seperti orang tua teman saya yang lain dan melihat langsung nilai saya dikarenakan beliau telah terlebih dahulu di panggil menghadap Yang Maha Kuasa disaat-saat terakhir nilai saya akan dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Tapi saya tahu beliau pasti senang dan bangga walau pada akhirnya saya menjadi tidak membanggakan lagi.

Setamat SMA, saya sangat ingin melanjutkan pembelajaran saya tentang dunia komputer, namun pada akhirnya, keinginan itu harus saya pendam dikarenakan tidak diizinkannya saya untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi dalam bidang ilmu komputer dengan berbagai macam alasan bantahan untuk saya. Banyak yang menentang saya membuat saya harus pasrah.

Inlah yang saya sebut sebagai kesalahan sistem. Anda semua akan merasa sangat tidak nyaman ketika sesuatu yang kita inginkan tidak di"amin"kan, diganti dengan sesuatu yang sangat kita benci..

Hal kecil yang sangat mudah untuk dicontohkan, anda tidak menyenangi suatu jenis makanan, tapi anda tidak diperbolehkan untuk memilih, bahkan tidak ada pilihan bagi anda dan mengharuskan anda memakan makanan itu..? Bagaimana perasaan anda..? Senang..? Dan apakah anda menikmatinya..? Memang makanan dapat membuat anda kenyang tapi apakah anda menyenanginya..? Atau bahkan akan anda muntahkan kembali dikarenkan anda tidak menyenanginya.

Ilmu komputer sangat saya senangi, tapi diganti dengan ilmu lain, ilmu yang sangat saya tidak senangi sejak SMP terbawa sampai SMA dan harus dan menjadi wajib saya pelajari ketika di jenjang pendidkan yang lebih tinggi. Rasa tidak senang, terpaksa, muak, bosan, semua bercampur menjadi satu didada saya..

Mungkin anda akan bertanya dan akan mulai menyalahkan saya, "Kenapa tidak anda tolak, kenapa anda tidak berterus terang kalau anda tidak suka..?" Pertanyaan bagus jika pertanyaan itu ada dibenak anda.

Saya tolak, sudah pasti, bahkan ketika mengikuti tes UMPTN saya terkesan cuek dan malas-malasan, tapi entah kenapa, saya bisa lulus dan diterima pada saat itu. Mungkin jikalau teman-teman yang lain setiap saat berdoa memohon kelulusan UMPTN, tidak dengan saya, saya malah berharap tidak lulus.

Berterus terang.. tentu saja.. sejak awal saya sudah mengatakan bahwa saya tidak menyenangi Bahasa Inggris akan tetapi bahkan bantahan simple selalu saya terima.. "Bahasa Inggris lebih penting ketimbang Komputer.. Komputer lebih mudah dipelajari ketimbang bahasa inggris.." (walau semua itu tidak bisa terbukti benar.. karena walau sama-sama rumit dan kompleks.. tapi komputer lebih rumit dan lebih kompleks)

Bahkan teman-teman satu SMA yang kebetulan sama-sama diterima di perguruan tinggi yang sama, semua terkejut, heran dan tidak percaya kalau saya juga mengambil jurusan Bahasa Inggris yang sama dengan mereka. Kenapa mereka menjadi begitu heran..? Karena mereka tau siapa saya, mereka mengenal karakter saya yang pada saat SMU sangat tidak senang dengan pelajaran Bahasa Inggris. Bahkan ada diantara mereka yang mengatakan kalau ini merupakan karma bagi saya.

Entahlah..! Apakah ini karma, atau hanya sebuah kebetulan nasib untuk saya yang membuat sebuah kesalahan sistem dalam hidup saya.

Hampir 8 tahun saya diperguruan tinggi, tapi belum juga dapat saya selesaikan, jika anda semua punya opini "Kan anda bilang diatas Bahasa Inggris tidak sekompleks dan serumit Ilmu Komputer.. Tapi kenapa anda belum bisa menyelesaikannya..?"

Jawaban saya juga simple "Karena saya merasa tertekan, terbebani dan tidak bisa berekspresi sesuai dengan kemauan saya.." Seperti yang saya contohkan diatas, anda dipaksa untuk menghabiskan sebuah makanan yang tidak anda sukai dan tidak enak bagi anda..

Mungkin ada diantara anda yang akan mengatakan "Jika saya jadi anda, maka saya memilih berhenti.."

Jika hal itu bisa saya lakukan, maka akan saya lakukan.. Posisi yang sulit, serba salah yang terus memaksa saya menelan pil pahit dari sebuah kesalahan sistem ini.

Pelajaran beharga bagi kita semua, jika anda memiliki anak atau adik, jangan pernah paksa anak atau adik anda mengikuti keinginan anda. Biarkan anak atau adik anda menentukan sendiri apa yang menjadi keinginan mereka, dengan anda hanya sebagai pengawas tapi bukan pengontrol mutlak. Karena anak atau adik anda bukanlah sebuah robot.Mereka adalah sebuah sistem yang saling menyatu dan buatlah sistem itu berjalan dengan baik, karena dengan kesalahan kecil saja, maka sebuah sistem yang awalnya baik bisa rusak seutuhnya.

Tidak ada sesuatu yang dapat saya bagi bagi pembaca semua di hari jadi saya yang ke 26 bertepatan dengan tanggal 11 Januari 2011.. Hanya cerita ini yang dapat sedikit saya bagi, semoga dapat dijadikan pelajaran beharga bahwa segala sesuatu yang dipaksakan tidak akan berhasil baik.

Terkadang, terlintas dibenak saya akan jadi apa saya kedepannya.. Dengan skill komputer yang sealakadarnya, skill bahasa inggris yang berkesan terpaksa, skill otomotif yang seadanya, mengharuskan saya menghadapi hidup ini hingga akhir hayat.

Daftar PNS, dengan ijazah SMU.. entahlah.. Masih banyak sarjana-sarjana diluar sana yang menganggur, serta orang-orang berduit yang siap bayar berapa saja agar mereka bisa masuk PNS.

Masuk kerja selain PNS dengan ijazah SMU semakin sulit.. Ingin menonjolkan skill yang dimiliki, segelintir orang yang percaya jika hanya sekedar omongan, walau saya mengatakan saya menguasai Microsoft Office (word, excel, power point), Coreldraw, Photoshop, Internet (web dan blog), Install ulang, bahasa inggris, tapi saya tidak memiliki bukti baik itu ijazah atau sertifikat karena itu semua saya pelajari dengan otodidak, kecuali Bahasa Inggris yang saya pelajari di kampus dengan segala keterpaksaan.

Buka usaha sendiri..? Sempat terpikir, tapi mungkin hanya sekedar pemikiran yang susah di jadikan kenyataan dikarenakan keterbatasan modal.

Hanya satu yang membuat saya optimis dalam hidup ini, saya percaya bahwa saya dilahirkan dan saya bisa sampai diumur 26 tahun ini pasti ada maksud dan tujuannya.. Maksud dan tujuan itulah yang akan terus saya cari, saya gali dari diri saya.

Demikianlah cerita ini saya tulis bukan untuk menyalahkan, mencari pembenaran, mencari rasa simpati dan atau apapun yang berkenaan dengan itu. Tapi cerita ini saya tulis murni hanya karena rasa ingin berbagi, agar tidak ada Kesalahan Sistem lain.



Capt. Howdy

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered By Blogger
Powered By Blogger
Powered By Blogger

© Capt. Howdy Copyright by Capt. Howdy