blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack
TURUT BERDUKA ATAS KEJADIAN TSUNAMI DI JEPANG - NEW FEATURE - CHATTING VIA eBUDDY dan Nimbuzz - DAPATKAN INFORMASI SEPUTARAN LIFESTYLE - HACKING - DAN LAINNYA DISINI

Jumat, 15 Oktober 2010

Budaya Takhayul di Indonesia 2 (Melayu Kalimantan Barat)

Sesuai janji saya pada tulisan saya yang terdahulu, kali ini saya akan menginfokan beberapa contoh takhayul yang berkembang di masyarakat. Kebetulan saya berdomisili di Pontianak-Kalimantan Barat, maka saya akan bahas beberapa takhayul yang cukup populer di masyarakat Melayu Kalimantan Barat.

Saya akan coba urutkan takhayul dari yang paling "terpopuler" dan paling "dipercaya" yang berkembang di Masyarakat Melayu Kalimantan Barat.

1. Kemponan.

Entah siapa yang memulai, dari mana dimulainya, dan kapan dimulainya, takhayul kemponan terus saja hidup, berkembang dan dipercaya di Pontianak. Mungkin ada yang bertanya apa itu kemponan..?
Kemponan itu jika kita di tawari makanan atau mengucapkan satu jenis makanan tetapi tidak kita makan atau tidak kita jamah baik disengaja atau tidak sengaja (lupa).
Menurut kepercayaan kebudayaan setempat, melanggar kemponan sangat besar resikonya. Orang yang melanggar hal tersebut bisa terkena musibah (bala'). Sudah banyak contoh yang terjadi. Namun, boleh percaya boleh tidak itu semua kembali lagi kepada kita sendiri.
Adapun jenis kemponan yang ditakuti sebagai berikut:

A. Kemponan Nasi,
Nah jika anda seorang pendatang dan kebetulan jalan-jalan di daerah Kalimantan Barat, kemudian ditawari nasi (ditawari untuk makan), maka ambil saja walaupun itu sedikit atau bahkan satu bulir nasi saja kemudian anda makan atau cukup dioleskan di leher.

B. Kemponan Pulut (Ketan),
Kemponan ketan cukup populer di daerah Kalimantan Barat dan merupakan kemponan yang menakutkan kedua setelah nasi.

C. Kemponan Kopi (Air Kopi),
Ehm, untuk hal yang satu ini cukup menjadi momok yang menakutkan di daerah Kalimantan Barat. Namun, jika anda seorang "pengopi"(orang yang senang meminum kopi) gak ada salahnya anda mencoba air kopi asli Kalimantan Barat, karena rasanya sangat nikmat.

D. Kemponan Nasi Goreng,
Walau gak sepopuler dengan 3 kemponan diatas tapi kemponan nasi goreng juga lumayan menjadi sebuah hal yang menakutkan.

Intinya, jika anda berkunjung ke Kalimantan Barat, dan ditawari makanan, tidak ada salahnya anda ambil atau hanya sekedar dicicipi sedikit, karena sedikit banyak juga untuk menghargai orang yang telah menawari kita makanan/minuman dan akan terlihat sopan, daripada anda tolak walau dengan kata-kata yang halus dan membuat anda KEMPONAN.

2. Duduk Didepan Pintu,

Takhayul berikutnya setelah kemponan yang cukup populer dan berkembang pada masyarakat melayu di Pontianak adalah "Duduk Didepan Pintu". Ini biasanya berlaku bagi anak cewek (anak gadis/perawan). masyarakat Melayu di Kalimantan Barat percaya, jika anak gadis sering nongkrong berlama-lama di depan pintu maka akan menghambat datangnya jodoh kepadanya (susah mendapatkan jodoh), lama dipinang dan siap-siap jadi perawan tua. Entah apa dan bagaimana hubungannya dengan hal itu, saya juga tidak tahu.

Tapi jika dipikirkan dengan seksama, jika seorang anak gadis keseringan nongkrong atau duduk didepan pintu berlama-lama, maka itu akan menandakan anak gadis tersebut tidak pernah bekerja, tidak pandai memasak dan beres-beres rumah yang membuat orang (pemuda) enggan melamarnya untuk dijadikan istri sekaligus menandakan gadis itu seorang pemalas yang kerjaannya hanya duduk-duduk saja.

3. Keluar Rumah Pada Saat Sore Hari Masuk Waktu Maghrib

Nah, takhayul yang satu ini, cukup populer dan saya masukkan ke urutan 3 takhayul yang populer di masyarakat Melayu Kalimantan Barat.
Pada masyarakat melayu, jika melanggar pantangan tersebut dengan berjalan-jalan pada saat memasuki waktu maghrib maka akan mendatangkan musibah kepada yang bersangkutan.

Namun, saya juga punya penjelasan yang bisa diterima, mayoritas Suku Melayu di Kalimantan Barat memluk agama Islam. Rasanya memang tidak etis dan tidak sopan jika pada saat memasuki waktu shalat Maghrib malah jalan-jalan dan meninggalkan sholat Maghrib. untuk menghindari hal tersebut itulah, mungkin kemudian para tetua dahulu mengeluarkan takhayul tersebut dan masih berlaku hingga sekarang.

4. Tidur Tidak Menggunakan Bantal

Ha.. takhayul yang satu ini juga masih hidup dan berkembang di masyarakat Melayu Kalimantan Barat. Menurut kepercayaan setempat jika kita tidur atau sekedar berbaring dengan tidak menggunakan bantal ataupun alas untuk kepala maka akan berakibat segala yang kita usahakan, segala sesuatu yang kita impikan dan akan kita kerjakan tidak akan tercapai dan tidak berhasil. Ngeri juga ya..

Tapi sekali lagi ini kembali lagi pada kita pribadi, namun saya punya pendapat, jika tidur atau berbaring tanpa menggunakan alas, maka akan menyebabkan sakit pada kepala, dan ditakutkan bisa berakibat fatal pada kepala kita, jika itu terjadi maka bukan menjadi sesuatu yang mustahil jika kita tidak bisa mengerjakan apa yang telah kita persiapkan. Saran saya, jika berbaring gunakanlah bantal terlepas dari takhayul itu, karena dengan menggunakan bantal, maka akan membuat kepala kita tidak sakit dan membuat tidur kita menjadi lebih lelap.

5. Hujan Panas (hujan gerimis pada saat matahari bersinar terang)

Ehm.. takhayul yang satu ini juga lumayan di takuti di kalangan masyarakat Melayu Kalimantan Barat. Masyarakat melayu Kalimantan Barat percaya pada saat hujan panas terjadi nah saat itulah hantu atau jin hujan panas memasang jaring (semacam jaring laba-laba) dan mencari mangsa untuk mereka "makan" (yang dimakan bukan raga melainkan semangat/jiwa manusia). Dan masih menurut cerita yang berkembang, jika seseorang sakit akibat dari "hujan panas" maka akan sulit disembuhkan dan berakibat pada kematian.

Entah benar atau tidak, tapi saran penulis, jika anda sedang berada dijalanan dan tiba-tiba "Hujan Panas" gak ada salahnya anda berhenti dan berteduh sebentar, selain tidak membuat pakaian anda basah, juga akan menyelamatkan anda dari "jaring hantu hujan panas".


Demikianlah 5 takhayul yang cukup populer dan sampai sekarang masih hidup dan berkembang pada masyarakat melayu Kalimantan Barat. Sebenarnya masih banyak lagi takhayul-takhayul yang lain, tapi akan saya sambung pada tulisan saya yang berikutnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered By Blogger
Powered By Blogger
Powered By Blogger

© Capt. Howdy Copyright by Capt. Howdy